Selasa, 20 September 2011

Sejarah SMA Fr. Don Bosco

SEJARAH SMA KATOLIK BANJARMASIN

Sejarah SMA Katolik Banjarmasin ini akan dibagi dalam tiga periode yaitu :
1. Periode tahun 1959-1977 dengan nama SMAK di bawah naungan Yayasan Siswarta. Akta Yayasan tanggal 26 Agustus 1958 nomor 34. Yayasan Siswarta Perwakilan Banjarmasin(1962).

2. Periode tahun 1977-2005 dengan nama SMU Siswarta. Keuskupan sebagai Yayasan Pusat.

3. Periode tahun 2005 sampai sekarang dengan nama SMA Frater Don Bosco. Pengelola “Yayasan Don Bosco” berpusat di Yogyakarta, dan Banjarmasin sebagai perwakilan Yayasan.

SMAK PERIODE 1
1959-1977

PENDAHULUAN

Rencana untuk mendirikan SMAK sudah dimulai pada tahun 1955. Pada tanggal 14 Juli 1956 adalah rapat pertama untuk merencanakan berdirinya SMAK di Banjarmasin. Pada tanggal 5 Februari 1957 Sekjen Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Pusat Bapak Hutasoit, berkunjung ke Banjarmasin. Pada kesempatan itulah Br. Mauritius, MTB, dan Bpk. Tan Tjie Kong menghadap beliau untuk membicarakan perencanaan mendirikan :”SMA Katolik di Banjarmasin”. Maka pada tanggal 27 Juni 1959 dimulailah pembangunan gedung SMAK di Jalan Samudera yang sekarang ini bernama “Sasana Sehati” letaknya di bagian belakang Gereja Katedral.

Pada tanggal 18 Agustus 1959 SMAK resmi didirikan di bawah naungan Yayasan Pengelola bernama “Yayasan Siswarta”.

SMAK TAHAP AWAL

Pada waktu SMAK didirikan, baru dimulai dengan satu kelas yang terdiri dari 32 siswa dengan jurusan IPS atau bagian C menurut Kurikulum 1975 atau Program A3 untuk Kurikulum 1984. Di gedung SMA Negeri yang terletak di komplek Pelajar Mulawarman siswa SMAK menumpang belajar pada sore hari.

Pada saat Ujian NEgeri semua siswa lulus. Kepala Sekolah pada waktu itu adalah Br. Mauritsius, MTB dengan 11 Guru tidak tetap.

Pada tanggal 17 November 1960 gedung SMAK yang terletak di Jalan Pangeran Samudera diresmikan. Alamat : Jln. Pangeran Samudera No. 36 A Telp. 4725

GEDUNG BARU

Tanggal 4 Mei 1976 SMAK menempati gedung baru yang dibangun oleh Br. Longinus, MSF terletak di Jl. Rantauan Keliling (RK) Ilir nomor 481, nomor telpon 8632.

Pada peresmian gedung baru tersebut hadir pula Kakanwil Depdikbud Kalimantan Selatan Bapak Broto Mulyono, Kabid Dikmenum, Bpk. H. Ismail BA beserta staf, dan Gubernur Kalimantan Selatan Bpk. H. Subardjo.

PERUBAHAN STATUS

Pada tanggal 1 September 1961 SMAK berubah status dari “Terdaftar” menjadi “Berpiagam”. Selanjutnya pada tanggal 16 Agustus 1966 menjadi SMAK Swasta “Berbantuan”, dan pada tanggal 10 Maret 1984 berubah menjadi SMAK “Diakui” dengan demikian SMAK sekarang ini sudah bias melaksanakan Ujian sendiri. Pada tahun 1977 berubah lagi statusnya dari “Diakui” menjadi “Disamakan”.

Pada 09-10-1973 terjadi musibah kebakaran, 2 sekolah dan 6 rumah guru terbakar demikian juga dengan semua arsip SD & SMP.

PROYEK PEMERINTAH

Pada tahun Ajaran 1984/1985 ada Proyek dariDepartemenPendidikan dan KEbudayaan PRopinsi Kalimantan Selatan tentang “PENINGKATAN SMA KALIMANTA SELATAN”. Panitia Pelelangan Terbatas Proyek Peningkatan SMA Kalimantan Selatan Tahun 1984/1985 dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kantor Wilayah Propinsi Kalimantan Selatan mengumumkan Order secara terbuka kepada Perusahaan atau Pemborong untuk menawarkan diri mengikuti penawaran pelelangan. Dari sekian banyak Perusahaan atau Pemborong yang menyatakan diri untuk mengikuti pelelangan setelah diteliti oleh Panitia, maka CV yang memenangkan Order adalah :”CV. SEBUKUT”, Jln. A.E.S. Nasution No. 3 Banjarmasin.

PEMBANGUNAN DIMULAI

Setelah oleh Panitia mengumumkan bahwa pemenang Tender adalah dari CV. SEBUKUT, maka pada tanggal 19 Maret 1985 PT tersebut melayangkan surat Penawaran kepada Panitia Lelang Proyek Peningkatan SMA Kalimatan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan yaitu “PEMBANGUNAN DUA RUANG KELAS” SMA Katolik Banjarmasin dengan segala Anggaran Biaya Pembangunan. Dengan demikian mulailah pembangunan tambahan dua buah ruangkelas SMA Katolik Banjarmasin. Dengan demikian mulailah pembangunan tambahan dua buah ruangan kelas SMA Katolik Banjarmasin.

Selanjutnya pada tanggal 5 Desember 1985 bertempat di Kantor Wilayah Depdikbud Propinsi Kalimantan Selatan telah diadakan “Berita Acara Serah Terima” barang-barang Inventaris yang berasal dari Proyek Peningkatan SMA Kalimantan Selatan kepada Kepala SMA Katolik Banjarmasin Sr. Laurentia Kartini, SPM sebagai pihak II. Barang-Inventaris yang diterima adalah berupa dua ruang kelas seluas 144 M2, pelaksana CV. Sekubut dengan biaya Rp. 21.289.000,- Pada tanggal 21 Januari 1986 Panitia menyerahkan kepada SMA K Berita Acara Serah Terima dari Aparatur Rutin (Kanwil) ke Pemakai/Pengelola yaitu “Surat Perjanjian Pemborongan beserta gambar bangunan”.

Dengan demikian SMA Katolik Siswarta telah ketambahan dua buah ruang belajar dari proyek Pemerintah.

SMAK SISWARTA PERIODE 2
1977-2005

Setelah kurang lebih 46 tahun berkarya, akhirnya Kongregasi ini harus berpisah dengan Keuskupan Banjarmasin. Perpisahan ini meninggalkan suatu perasaan duka yang mendalam bagimasyarakat khususnya umat Katolik Keuskupan Banjarmasin, karena Kongregasi ini sungguh sangat berjasa di bidang pendidikan. Pada tahun 1974 Superior Jendral Kongregasi Bruder MTB telah memberitahukan kepada Mgr. Demarteau, MSF bahwa tidak lama lagi para Bruder MTB akan ditarik dari Keuskupan Banjarmasin karena tenaga mereka sangat dibutuhkan di Kalimantan Barat. Oleh sebab itu, Br. Antonissen Yulianus, MTB yang telah memimpin SMAK selama kurang lebih 15 tahun menyerahkan kepemimpinannya sebagai Kepala Sekolah kepada wakilnya yaitu Bapak Drs. F.X. Santoso. Sehubungan dengan kepindahan Kongregasi Bruder MTB dari Keuskupan Banjarmasin, maka SMAK yang telah bertahun-tahun dipimpin oleh Misionaris dari Negeri Belanda kini kepemimpinannya beralih ke tangan orang Indonesia.

REUNI 1988

Pada tanggal 10 Juli 1988,tujuh tahun setelah SMAK dipimpin oleh Orang Indonesia, suatu Reuni tamatan SMAK diselenggarakan. Pada waktu itu Kepala Sekolah adalah Sr. Laurentia, SPM yang mulai memimpin sekolah ini mulai tahun 1985. Dalam Sambutan Mantan Kepala Sekolah SMAK Bpk. Drs. F.X. Santoso, menyebutkan bahwa Reuni ini adalah reuni yang ke VI. Jadi semenjak SMAK ini berdiri pada tahun 1959, sudah lima kali diadakan reuni. Reuni yang dilakasanakan secara periodic ini adalah sebagai tanda rasa syukur kepada Tuhan atas rahmat yang dilimpahkan-Nya kepada Alumnus SMAK di bawah naungan Yayasan Siswarta, yang dating dari mana-mana sekedar melepas rindu,mengenang masa lalu sambil bernostalgia ketika masih belajar di SMAK. Reuni sekaligus mengenang akan alamater yang sadar bahwa mereka adalah putera-puteri kandung SMAK. Tujuan mengadakan Reuni adalah menghimpun suatu gerak yang positif dalam pengembangan Alma Maternya.

Bruder Antonissen Yulianus, MTB yang menjadi Kepala SMAK sejak tahun 1962 s/d 1977 mungkin sengaja diundang oleh Panitia dating jauh-jauh dari Negeri Kincir Angin, Belanda begitu nama Negerinya, hadir bersama para mantan murid sekedar member penghormatan sedalam-dalamnya atas jasa-jasanya selama di Indonesia khususnya memimpin SMAK Banjarmasin. Dalam sambutannya yang beliau tulis pada bulan Juli di Negeri Belanda, beliau mengatakan:” Dengan segala senang hati dan rasa haru serta kebahagiaan yang sangat mendalam kami penuhi undangan Panitia Reuni yang diselenggarakan di Banjarmasin-Indonesia tercinta tempat kami membaktikan diri sebagai Pendidik maupun Kepala Sekolah yang puluhan tahun lamanya.

Melalui kesempatan yang sangat indah ini, kami ucapkan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada segenap Panitia dan Para Penasehatnya, tidak lupa kami salut pula kepada pemrakarsa Reuni ini yang walaupun jauh di seberang, toh kami tidak dilupakan, bahkan surat-surat dari Surat Kabar Kompas dan Banjarmasin Post, masih selalu kami terima dari Alumnus di Indonesia.

Kepada dewan Guru dari berbagai angkatan sudah sepantasnya kami ucapkan terima kasih atas keterlibatannya dalam Reuni saat ini. Pesan kami kepada Alumnus dan Panitia : Teruskan dan kembangkan Isi dan Jiwa serta Semangat reuni ini demi kejayaan SMAK kita. Selamat berjumpa dalam rindu dan bahagia…. Selamat bernostalgia”.

PERMINTAAN TENAGA KEPALA SEKOLAH

Pada tanggal 12 Maret 1992 Bpk. Uskup FX. Prajasuto, MSF mengirim surat kepada pimpinan Suster-suster Santa Maria di Pekalongan untuk meminta tenaga Kepala SMAK Banjarmasin. Kepala SMA pada waktu itu adalah Bpk. Drs. FX. Santoso. Bpk. Drs. FX. Santoso telah memimpin SMAK menggantikan Br. Antonissen Yulianus, sejak tahun 1997 s/d 1985. Itu berarti bahwa Bpk. Drs. FX. Santoso telah diangakat kembali untuk memimpin sekolah untuk yang kedua kalinya tahun 1991 s/d 1995. Sebagai Uskup, beliau sangat memperhatikan pendidikan di Keuskupannya. Maka jauh-jauh sebelum itu sudah mempersiapkan orang-orang yang dapat memimpin SMA. Kongregasilah yang menjadi prioritas utama. Sayang sekali bahwa pada waktu itu Kongregasi SND juga belum siap untuk memberikan tenaga bagi perkembangan pendidikan di Keuskupan Banjarmasin karena dari pihak kongregasi pun masih terbatas orang-orang yang mampu untuk menjadi Kepala Sekolah. Maka pimpinan Suster-suster SND pada tanggal 20 Maret 1992 membalas surat bapak Bapak Uskup dengan permohonan maaf karena sekarang ini belum dapat mengirim suster untuk memenuhi permintaan bakap uskup. Dengan demikian Bpk. Drs. F.X. Santoso, tetap memimpin SMAK. Baru setelah melewati kurun waktu 9 tahun kemudian barulah pimpinan memenuhi janjinya dengan mengirim Sr. M. Bernadette, SND, S.Pd. untuk menjadi Kepala SMAK Banjarmasin.

Sr. Bernadette, SND S.Pd. memimpin SMAK dari tahun 2001 s/d 2004. Selanjutnya beliau diganti oleh Bpk. Martambuan Baji, S.Pd. yang memimpin SMAK dari 2004 sampai 2005 karena pada tahun 2004 Bapak Uskup Prajasuta, MSF meminta Frater CMM untuk berkarya di Keuskupan Banjarmasin khususnya mengenai SMA dan Asrama. Maka pada tanggal 20 Maret 2004 Bpk. Martambuan Baji, S.Pd. digantikan oleh Fr. Yos Bille, CMM menjadi Kepala SMAK yang ke 11 (2004 s/d 2009). Selanjutnya terhitung tanggal 28 Agustus 2009 jabatan Kepala SMA diserahkan kepada Fr. Theodorus Hera Demon, CMM S.Pd.

KENANGAN INDAH DI HARI TUA

Selanjutnya, pada detik-detik terakhir ketika Yayasan Siswarta akan beranjak ke peraduannya dan pergi untuk selamanya, para siswa-siswi Tahun Ajaran 2004-2005, SMAK Siswarta masih membuat kenangan indah disaat-saat mereka akan berpisah. Mereka menciptakan satu buku kenangan yang tak akan pernah terlupakan dimana mereka mengenang saat-saat indah “Persahabatan” di SMAK, dengan menerbitkan satu buku kenangan : “The Blooms Memories”.

ERA DON BOSCO

SMA PERIODE 3
TAHUN AJARAN 2005 SAMPAI SEKARANG


SMA Frater Don Bosco Banjarmasin yang beralamatkan Jl. Rantauan Darat no. 24 ini pada awalnya bernama SMA Katolik Siswarta. Pada tanggal 27 Maret 2004 Mgr. Fransiskus Xaverius Prajasuta, MSF uskup Keuskupan Banjarmasin mengirim surat kepada Provinsial Frater CMM (Fr. Lukas Mandagi) yang isinya mengundang Frater CMM untuk membaktikan dirinya di Keuskupan Banjarmasin. Karya pokok yang ditawarkan adalah mengelola bidang Pendidikan khususnya menangani SMUK dan menangani asrama yang telah lama sangat didambakan umat.

Permintaan Bapak Uskup ditanggapi secara positif oleh Dewan Umum dan Dewan Provinsi CMM Indonesia. Sebagai tanggapan atas permohonan tersebut Dewan Pimpinan Provinsi dan DPU mulai menjajaki kemungkinan bagi Frater CMM untuk mulai berkarya di Keuskupan Banjarmasin.

Tanggal 1 Juli 2004 merupakan tanggal resmi Frater CMM mulai berkarya di Keuskupan Banjarmasin. Sedangkan perubahan nama dari SMAK Siswarta menjadi SMA Frater Don Bosco terjadi setelah secara resmi diserahkan pengelolanya kepada Yayasan Don Bosco, dengan ditandatanganinya “Berita Acara Serah Terima” dari Yayasan Siswarta ke Yayasan Don Bosco pada tanggal 28 Juni 2005.

PENGGABUNGAN ANTAR DUA YAYASAN

BErtempat di “Wisma Ventimiglia”, Jl. Gatot Subroto No. 10 Banjarmasin, berlangsunglah acara penggabungan dua Yayasan yaituYayasan Siswarta dan Yayasan Don Bosco. Pada saat itu Gaby Siantori,, SH Notaris di Banjarmasin, membacakan “Akta Penggabungan Yayasan Siswarta dan Yayasan Don Bosco nomor 72.” Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan “Berita Acara Serah Terima dari Yayasan Siswarta, ke Yayasan Don Bosco. Ketua Yayasan Siswarta Pastor Aloysius Darmakusuma, MSF sebagai ketua dan Fr. Lukas Mandagi, CMM yang waktu itu jabatannya sebagai Provinsial Frater CMM sekaligus ketua Yayasan Don Bosco Pusat menandatangani berita acara tersebut beserta saksi-saksinya.

Dalam Akta yang ditandatangani pada hari Selasa, tanggal 28 Juni 2005 disebutkan dalam pasal 4 tentang “Peralihan Harta Kekayaan” yang mana dalam nomor 4.1. tertulis : “Dalam rangka penggabungan YAYASAN SISWARTA digabungkan ke dalam YAYASAN DON BOSCO, maka semua harta kekayaan YAYASAN SISWARTA dialihkan atau dengan kata lain dipindahkan kepada dan diambilalih oleh YAYASAN DON BOSCO”.

Sejak saat itulah baru secara resmi Yayasan Don Bosco sebagai pengelola, setelah dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun Frater CMM sudah berkarya di Keuskupan Banjarmasin.

Tidak ada komentar: